Di dalam sujudku Kau dengar tangisanku Di dalam doaku Kau dengar rintihku Sepanjang hayatku Kau lihat segala perbuatanku
Setiap perbuatanku Kau catat segala dosa pahalaku
Di dalam khayalku Kau datang mengingatiku Di dalam kegagalanku Kau datang memberi pertolongan-Mu Di dalam kesedihanku Ayat-Mu melantun ke halwa telingaku Meleraikan lara jiwaku Di dalam usahaku Kau beri kejayaan-Mu Di dalam kegembiraanku Kau kurniakan nilai tawa padaku Di dalam buntuku Kau datang memberi Hidayah-Mu
Jika aku bukan Islam Pasti tiada coretan ini di dalam hidupku Kerana nikmat seorang Islam amat sukar dicoretkan oleh seorang kafir
Aku tadah tanganku Ku bersyukur pada-Mu Ya Allah, Hindarilah aku dari terpesong dari jalan-Mu
Kerana Kau Yang Maha Mengetahui Kau lah sebaik-baik perancang Maka tetapkanlah yang sebaik-baiknya buatku Supaya dapat ku teruskan hayatku dengan penuh ketakwaan pada-Mu
sedang bercinta? Ada ape dgn cinta??..
Mule2..kte mulekan dgan ta’rif (pengenalan) yea?...
Cinta dari segi bahasa: sesuatu yang disyariatkan islam yang mmbawa
kpada kedamaian,ketenangan dan kesenangan hati bagi manusia
yang mengalaminya Dosa dari segi bahasa: sesuatu yang mendatangkan keresahan dan kegusaran hati mereka
yang melakukannya..
السؤل الاول (soalan pertama)
Adakah anda tenang bila bercouple?...! tepuk dada tanyalah iman
Jawapannya tentulah tidak tenang..
Mana taknya..24 jam asyik pikir pasal couple anda…sihatkah si dia?..dah makan ke belum?..
kemane hari ini?..dgn siapa?..
dan kite jugak turut memkirkan
Pikir macamana kalau mak,ayah tau..pihak tajaan tahu..
pikir macamna kalau adik kakak tahu..
macamane nk keluar berjumpe melepaskan rindu...
macamne kalau terkantoi dgn jaksi...
Nanti diorang bgtau mak…
Pikir pandangan kawan2..dan beratus2 pemikiran lagi..
Itukah cinta????
budaya couple bukanlah cinta hakiki dari sudut islam melainkan dosa dan hasil bisikan syaitan semata-mata…kita termanipulasi dgan ghuzwatul fikr(perang ideologi) yang dirancang oleh barat..couple dianggap perkara biasa...dosa dianggap ringan,malah bagi mereka yang ingin mencegah pada mulanya terus terdetik..."alah couple,biasela 2!!"...hati jadi mati dari mencegah maksiat...lari dari keterkejaran akhirat..
pegangla surah Al-Isra’ ayat 31 baik2
"Dan janganlah kamu MENDEKATI zina,itu sungguh suatu perkara keji dan suatu jalan yang buruk"
itu bukan pesan mak, bkn pesan cikgu..bkn juga pesan nabi...itu adalah pesan Allah yang maha agung..tuhan yang cipta setiap manusia...tuhan yang maha pemurah..subhanallah..
sape yang teringin nak bercouple 2..nasihatku, simpanlah dirimu bak permata wahai sahabatku,nescaya yang sunting nanti bkanlah calang2 jauhari.sekali lg Bukan janji ana, tapi janji Allah dalam surah An-Nur ayat 26
"perempuan-perempuan yg keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji(pula),sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula...."
Bak kata orang prevention is better than cure…=p
Kepada yang pernah bercouple…sebelum hidayah Allah ditarik balik oleh tuannya, undurlah walau payah, walau dipulaukan dan dihina, walau bagai ingin terpisah jasad dan nyawa..walau sesusah manapun..ingatlah kata syara':
“nahnu nahkum bizawahir, Allahu yahkum bissarair” (manusia mghukum dgan apa yang dilihat, Allah mghukum dgan rahsia disebaliknya)..
semoga diampunkan...
pesan cikgu kat sekolah dulu..”apa2 yang berlaku pada awak anggaplah ia bayaran atas kesilapan yang awak lakukan”…..we deserve to get it...syurga bkn percuma kawan2!!..jangan biarkan hati terus mati mengejar yang pasti...
p/s: harapanku bkn utk semua berhenti couple kerana mmg mustahil untuk berubah hanya dgn sepotong artikel...cuma cukuplah kalian semua pernah mendengar teguran ini supaya jika kalian ditegur lagi, artikel ini mampu mengukuhkan azam kalian untuk berubah....wallahu alam..
Kehidupanku dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan, maksiat, berbuat zhalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba, dan memukuli manusia. Kulakukan segala kezhaliman, tidak ada satu maksiat melainkan aku telah melakukannya. Sungguh sangat jahat hingga manusia tidak menghargaiku karena kebejatanku.
Malik bin Dinar Rohimahullah menuturkan: Pada suatu hari, aku merindukan pernikahan dan memiliki anak. Maka kemudian aku menikah dan dikaruniai seorang puteri yang kuberi nama Fathimah.
Aku sangat mencintai Fathimah. Setiap kali dia bertambah besar, bertambah pula keimanan di dalam hatiku dan semakin sedikit maksiat di dalam hatiku.
Pernah suatu ketika Fathimah melihatku memegang segelas khamr, maka diapun mendekat kepadaku dan menyingkirkan gelas tersebut hingga tumpah mengenai bajuku. Saat itu umurnya belum genap dua tahun. Seakan-akan Allah Subhanahu wa Ta'ala -lah yang membuatnya melakukan hal tersebut.
Setiap kali dia bertambah besar, semakin bertambah pula keimanan di dalam hatiku. Setiap kali aku mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala selangkah, maka setiap kali itu pula aku menjauhi maksiat sedikit demi sedikit. Hingga usia Fathimah genap tiga tahun, saat itulah Fathimah meninggal dunia.
Maka akupun berubah menjadi orang yang lebih buruk dari sebelumnya. Aku belum memiliki sikap sabar yang ada pada diri seorang mukmin yang dapat menguatkanku di atas cobaan musibah. Kembalilah aku menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Setanpun mempermainkanku, hingga datang suatu hari, setan berkata kepadaku: “Sungguh hari ini engkau akan mabuk-mabukan dengan mabuk yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya.” Maka aku bertekad untuk mabuk dan meminum khamr sepanjang malam. Aku minum, minum dan minum. Maka aku lihat diriku telah terlempar di alam mimpi.
Di alam mimpi tersebut aku melihat hari kiamat.
Matahari telah gelap, lautan telah berubah menjadi api, dan bumipun telah bergoncang. Manusia berkumpul pada hari kiamat. Manusia dalam keadaan berkelompok-kelompok. Sementara aku berada di antara manusia, mendengar seorang penyeru memanggil: Fulan ibn Fulan, kemari! Mari menghadap al-Jabbar. Aku melihat si Fulan tersebut berubah wajahnya menjadi sangat hitam karena sangat ketakutan.
Sampai aku mendengar seorang penyeru menyeru namaku: “Mari menghadap al-Jabbar!”
Kemudian hilanglah seluruh manusia dari sekitarku seakan-akan tidak ada seorangpun di padang Mahsyar. Kemudian aku melihat seekor ulat besar yang ganas lagi kuat merayap mengejar kearahku dengan membuka mulutnya. Akupun lari karena sangat ketakutan. Lalu aku mendapati seorang laki-laki tua yang lemah. Akupun berkata: “Hai, selamatkanlah aku dari ular ini!” Dia menjawab: “Wahai anakku aku lemah, aku tak mampu, akan tetapi larilah kearah ini mudah-mudahan engkau selamat!”
Akupun berlari kearah yang ditunjukkannya, sementara ular tersebut berada di belakangku. Tiba-tiba aku mendapati api ada dihadapanku. Akupun berkata: “Apakah aku melarikan diri dari seekor ular untuk menjatuhkan diri ke dalam api?” Akupun kembali berlari dengan cepat sementara ular tersebut semakin dekat. Aku kembali kepada lelaki tua yang lemah tersebut dan berkata: “Demi Allah, wajib atasmu menolong dan menyelamatkanku.” Maka dia menangis karena iba dengan keadaanku seraya berkata: “Aku lemah sebagaimana engkau lihat, aku tidak mampu melakukan sesuatupun, akan tetapi larilah kearah gunung tersebut mudah-mudahan engkau selamat!”
Akupun berlari menuju gunung tersebut sementara ular akan mematukku. Kemudian aku melihat di atas gunung tersebut terdapat anak-anak kecil, dan aku mendengar semua anak tersebut berteriak: “Wahai Fathimah tolonglah ayahmu, tolonglah ayahmu!”
Selanjutnya aku mengetahui bahwa dia adalah putriku. Akupun berbahagia bahwa aku mempunyai seorang putri yang meninggal pada usia tiga tahun yang akan menyelamatkanku dari situasi tersebut. Maka diapun memegangku dengan tangan kanannya, dan mengusir ular dengan tangan kirinya sementara aku seperti mayit karena sangat ketakutan. Lalu dia duduk di pangkuanku sebagaimana dulu di dunia.
Dia berkata kepadaku:
“Wahai ayah, “belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (Qs. Al-Hadid:16)
Maka kukatakan: “Wahai putriku, beritahukanlah kepadaku tentang ular itu.” Dia berkata: “Itu adalah amal keburukanmu, engkau telah membesarkan dan menumbuhkannya hingga hampir memakanmu. Tidakkah engkau tahu wahai ayah, bahwa amal-amal di dunia akan dirupakan menjadi sesosok bentuk pada hari kiamat? Dan lelaki yang lemah tersebut adalah amal shalihmu, engkau telah melemahkannya hingga dia menangis karena kondisimu dan tidak mampu melakukan sesuatu untuk membantu kondisimu. Seandainya saja engkau tidak melahirkanku, dan seandainya saja tidak mati saat masih kecil, tidak akan ada yang bisa memberikan manfaat kepadamu.”
Dia Rohimahullah berkata: Akupun terbangun dari tidurku dan berteriak: “Wahai Rabbku, sudah saatnya wahai Rabbku, ya, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” Lantas aku mandi dan keluar untuk shalat subuh dan ingin segera bertaubat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Dia Rohimahullah berkata: Akupun masuk ke dalam masjid dan ternyata imampun membaca ayat yang sama: “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.”(Qs. Al-Hadid: 16) .....
Itulah kisah taubatnya Malik bin Dinar Rohimahullah yang beliau kemudian menjadi salah seorang imam generasi tabi'in, dan termasuk ulama Basrah. Dia dikenal selalu menangis sepanjang malam dan berkata: “Ya Ilahi, hanya Engkaulah satu-satunya Dzat Yang Mengetahui penghuni sorga dan penghuni neraka, maka yang manakah aku di antara keduanya? Ya Allah, jadikanlah aku termasuk penghuni sorga dan jangan jadikan aku termasuk penghuni neraka.”
Malik bin Dinar Rohimahullah bertaubat dan dia dikenal pada setiap harinya selalu berdiri di pintu masjid berseru: “Wahai para hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang-orang yang lalai, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang yang melarikan diri (dari ketaatan), kembalilah kepada Penolong-mu! Penolong-mu senantiasa menyeru memanggilmu di malam dan siang hari. Dia berfirman kepadamu: “Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu hasta. Jika dia mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu depa. Siapa yang mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil.”
Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar memberikan rezeki taubat kepada kita. Tidak ada sesembahan yang hak selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.
Malik bin Dinar Rohimahullah wafat pada tahun 130 H. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala merahmatinya dengan rahmat-Nya yang luas. (Misanul I'tidal, III/426).
Thursday, May 13, 2010
Bismillahirrahmanirrahim..
Seringkah kita terfikir
Bagaimana mulianya dan bersihnya hati Nabi Muhammad Tetap senyum walau dibenci
Tetap tenang bila dimusuhi Tetap membantu walau disakiti Tetap menyeru walau diusir pergi
Tapi kenapakah..
Kenapa kita mudah membenci bila dikasari
Mudah berputus asa bila benda yang dilakukan tidak menjadi
Mudah kecewa bila sahabat menjauhi Mudah futur, futur bila orang lain tidak memahami Mudah terguris bila dinasihati Mudah melatah bila kehendak hatimu tidak dituruti
Apakah pabila tersungkur, terus tersungkur
sirna harapan ..?
Sahabatku,
Diri ku juga begitu
Dalam menempuh tarbiyah tuhan
Hampir tergugah iman di dada
kadangkala rasa jauh dari RahmatNya
Seputar dunia membelakangiku
Mencari ruang-ruang kosong untuk melempiaskan sunyiku Menjahit sisa-sisa ketabahan
supaya ku dapat susuri
hari esok..
Tapi kini ku sedar
jika ku memandang segala-galanya dari Allah
Rasa terpuruk dan keputus-asaan itu semakin beransur
Tetaplah yakin
Allah bersama kita
Yang terbaik di depan mata
Raihlah keikhlasan dalam perhubungan
hubungan kita dengan Pencipta
hubungan kita dengan ibubapa
hubungan kita dengan sahabat-sahabat
kerana kita tidak memiliki mereka
dan mereka pula tidak memiliki kita
hanya hak Allah ke atas kita
Teguhlah ukhuwah keranaNya
kerana Allah itu Maha Penyayang
dan suka dan meredhai hamba-hamba yang berkasih-sayang
keranaNya..
Ayuh kita bangkitkan diri
Tiupkan semangat mujahadah
Agar segala yang indah menghiasi peribadi
kerna qudwah kita adalah Nabi
Kerana itulah sifat hamba Allah yang hakiki
Gapailah dengan penuh percaya diri
Dengan.. BISMILLAH
insya-Allah ku gapai jua
Salam mujahadah..
Alhamdulillah.. Semoga cetusan ilham ini dapat memberi sedikit anjakan semangat kepada kita, dan senyuman itu masih menghiasi di wajahmu. Jangan biarkan FUTUR itu terus hinggap, biarkan ia pergi.. dan diganti dengan optimis. Hiduplah keyakinan dalam perjuangan.
Do the best and Get the Best... bismillah.. ^_^
*special thanks buat sumone yg telah memberi semangat kala 'rasa' itu sempat datang, dan hasilnya tercipta ilham untuk menulis puisi ini. Semoga ana berlapang dada dalam tarbiyah ini.
maaf sekiranya ana insan yg lemah dalam persahabatan.
Terdapat seorang pemuda yang kerjanya menggali kubur dan mencuri kain kafan untuk dijual. Pada suatu hari, pemuda tersebut berjumpa dengan seorang ahli ibadah untuk menyatakan kekesalannya dan keinginan untuk bertaubat kepada Allah s. w. t.
Dia berkata, "Sepanjang aku menggali kubur untuk mencuri kain kafan, aku telah melihat 7 perkara ganjil yang menimpa mayat-mayat tersebut. Lantaran aku merasa sangat insaf atas perbuatanku yang sangat keji itu dan ingin sekali bertaubat."
" Yang pertama, aku lihat mayat yang pada siang harinya menghadap kiblat. Tetapi pabila aku menggali semula kuburnya pada waktu malam, aku lihat wajahnya telahpun membelakangkan kiblat. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?" tanya pemuda itu. " Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang telah mensyirikkan Allah s. w. t. sewaktu hidupnya. Lantaran Allah s. w. t. menghinakan mereka dengan memalingkan wajah mereka dari mengadap kiblat, bagi membezakan mereka daripada golongan muslim yang lain," jawab ahli ibadah tersebut.
Sambung pemuda itu lagi, " Golongan yang kedua, aku lihat wajah mereka sangat elok semasa mereka dimasukkan ke dalam liang lahad. Tatkala malam hari ketika aku menggali kubur mereka, ku lihat wajah mereka telahpun bertukar menjadi babi. Mengapa begitu halnya, wahai tuan guru?" Jawab ahli ibadah tersebut, " Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang meremehkan dan meninggalkan solat sewaktu hidupnya. Sesungguhnya solat merupakan amalan yang pertama sekali dihisab. Jika sempurna solat, maka sempurnalah amalan-amalan kita yang lain,"
Pemuda itu menyambung lagi, " Wahai tuan guru, golongan yang ketiga yang aku lihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan seperti biasa sahaja. Apabila aku menggali kuburnya pada waktu malam, ku lihat perutnya terlalu gelembung, keluar pula ulat yang terlalu banyak daripada perutnya itu." " Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta yang haram, wahai anak muda," balas ahli ibadah itu lagi.
" Golongan keempat, ku lihat mayat yang jasadnya bertukar menjadi batu bulat yang hitam warnanya. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?" Jawab ahli ibadah itu, " Wahai pemuda, itulah golongan manusia yang derhaka kepada kedua ibu bapanya sewaktu hayatnya. Sesungguhnya Allah s. w. t. sama sekali tidak redha kepada manusia yang menderhakai ibu bapanya."
" Golongan kelima, ku lihat ada pula mayat yang kukunya amat panjang, hingga membelit-belit seluruh tubuhnya dan keluar segala isi dari tubuh badannya," sambung pemuda itu. " Anak muda, mereka itulah golongan yang gemar memutuskan silaturrahim. Semasa hidupnya mereka suka memulakan pertengkaran dan tidak bertegur sapa lebih daripada 3 hari. Bukankah Rasulullah s. a. w. pernah bersabda, bahawa sesiapa yang tidak bertegur sapa melebihi 3 hari bukanlah termasuk dalam golongan umat baginda," jelas ahli ibadah tersebut.
" Wahai guru, golongan yang keenam yang aku lihat, sewaktu siangnya lahadnya kering kontang. Tatkala malam ketika aku menggali semula kubur itu, ku lihat mayat tersebut terapung dan lahadnya dipenuhi air hitam yang amat busuk baunya," " Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan harta riba sewaktu hayatnya," jawab ahli ibadah tadi.
" Wahai guru, golongan yang terakhir yang aku lihat, mayatnya sentiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya. Mengapa demikian halnya wahai tuan guru?" tanya pemuda itu lagi. Jawab ahli ibadah tersebut, " Wahai pemuda, mereka itulah golongan manusia yang berilmu. Dan mereka beramal pula dengan ilmunya sewaktu hayat mereka. Inilah golongan yang beroleh keredhaan dan kemuliaan di sisi Allah s. w. t. baik sewaktu hayatnya mahupun sesudah matinya."
Ingatlah, sesungguhnya daripada Allah s. w. t kita datang dan kepadaNya jualah kita akan kembali. Kita akan dipertanggungjawabkan atas setiap amal yang kita lakukan, hatta amalan sebesar zarah.
Seorang wanita telah mengajukan soalan kepada Doktor Muhammad Sa'id Ramadhan Albouti yang berbunyi : Adakah benar wanita itu kurang akal dan agamanya ?.
Beliau menjawab :
Rasulullah pernah bersabda dalam sebuah hadis sahih , mafhumnya : Tidak aku dapati kaum wanita yang kurang akal dan cetek agamanya dibandingkan lelaki selain dari kamu semua (perempuan).
Yang dimaksudkan dengan kurangnya akal dibandingkan lelaki :
Perasaan kewanitaan pada kaum Hawa lebih mengatasi logik akal pemikirannya. Saya rasa tiada siapa yang menafikan kenyataan ini. Yang saya pasti kebanyakan pakar psikologi bersependapat pada kebenaran ini.
Apa yang penting untuk anda ketahui bahawa kenyataan ini tidak menjatuhkan martabat kaum Hawa. Sama seperti kekurangan emosi dikalangan lelaki bukan satu keaiban. Kurangnya emosi pada lelaki dapat ditampung oleh kaum Hawa. Begitu juga kekurangan logik akal pemikiran kaum Hawa boleh ditampung oleh lelaki.Itulah rahsia kebahagiaan keduanya.
Jika ada lelaki yang dikurniakan baginya wanita yang lebih hebat daya pemikiran mengatasi sifat kewanitaan nescaya lelaki itu menghadapi kehidupan yang rumit bagi minggu-minggu pertama perkahwinannya. Malah ada yang hilang kesabaran.
Begitu juga seorang wanita yang dikurniakan lelaki lebih bersifat kelembutan,beremosi dan kurang daya pemikirannya nescaya ia akan hidup dalam keadaan tertekan dan akhirnya merasa jemu.
Insafilah : Keadilan itu lebih luas maknanya dari kesaksamaan dan kesamarataan.Jangan malu dengan kecacatan,jangan rendah diri kerana hodoh dan jangan rasa terasing dengan perbezaan darjat.Itu semua ujian.Semakin banyak kurnian semakin banyak tanggungjawab.
Hakikatnya orang yang cacat itu ialah orang yang malu dengan ciptaan Tuhan pada dirinya, orang yang hodoh ialah orang yang terlalu merendah diri pada kemungkaran dan orang yang terasing kerana mementingkan darjat.
11 jenis manusia didoa Malaikat PERCAYA kepada malaikat adalah antara rukun iman. Ada malaikat yang ditugaskan berdoa kepada makhluk manusia dan sudah tentu seseorang yang didoakan malaikat mendapat keistimewaan. Dalam hidup, kita sangat memerlukan bantuan rohani dalam menghadapi ujian yang kian mencabar. Bantuan dan sokongan malaikat sangat diperlukan.Kali ini penulis ingin menyenaraikan antara jenis manusia yang akan menerima doa malaikat. Ketika itulah sewaktu kita menghadapi masalah, kerumitan, keperluan dan bimbingan, bukan saja kita perlukan kekuatan doa dari lidah, tetapi juga sokongan malaikat.
Antara orang yang mendapat doa malaikat ialah:
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesiapa yang tidur dalam keadaan suci, malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: "Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci."
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Tidaklah salah seorang antara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali kalangan malaikat akan mendoakannya: 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.'"
3. Orang yang berada di saf depan solat berjemaah. Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat ke atas (orang) yang berada pada saf depan."
4. Orang yang menyambung saf pada solat berjemaah (tidak membiarkan kekosongan di dalam saf).
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat selalu berselawat kepada orang yang menyambung saf."
5. Kalangan malaikat mengucapkan 'amin' ketik seorang imam selesai membaca al-Fatihah.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Jika seorang imam membaca...(ayat terakhir al-Fatihah sehingga selesai), ucapkanlah oleh kamu 'aamiin' kerana sesiapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, dia akan diampuni dosanya yang lalu."
6. Orang yang duduk di tempat solatnya selepas melakukan solat.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Kalangan malaikat akan selalu berselawat kepada satu antara kalian selama ia ada di dalam tempat solat, di mana ia melakukan solat."
7. Orang yang melakukan solat Subuh dan Asar secara berjemaah.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Kalangan malaikat berkumpul pada saat solat Subuh lalu malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Subuh) naik (ke langit) dan malaikat pada siang hari tetap tinggal.
"Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat Asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat Asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal lalu Allah bertanya kepada mereka: "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?"
Mereka menjawab: 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, ampunilah mereka pada hari kiamat.'"
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat itu berkata 'aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'"
9. Orang yang membelanjakan harta (infak).
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, satu antara kedua-duanya berkata: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak...' "
10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat kepada orang yang sedang makan sahur."
11. Orang yang sedang menjenguk (melawat) orang sakit.
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang hingga petang dan di waktu malam hingga Subuh."
Itulah antara mereka yang mendapat doa malaikat. WAllahu'alam.Semoga kita termasuk dan tersenarai sama. InsyaAllah
* Mohon ditegur atau dikomen oleh ustaz-ustaz atau yang arif sekiranya saya salah memberikan info
bLOG InI dI KhASkAN bUAT mEreKA yaNG fAHAm dGn IsTiLAH, gaYA baHAsa, daN pEribaHAsa YAnG diGunakan. dAN aMNya Buat MerEKa YAng MAsIH mENCAri ERTI HIDUP yaNg SeBENar